“ANIMISME DAN DINAMISME”
Oleh: Anne Syaefatun Hindrimayatin
Hallo, apa kabar semua? Tentunya kalian dalam keadaan
sehat dalam lindungan Allah SWT. Kali ini, saya akan sedikit mendeskripsikan
kalau orang kita ini tidak sedikit yang masih mempercayai akan Animisme dan
Dinamisme.
Sebagaimana
kita ketahui Animisme dan Dinamisme ini sebenarnya ialah ajaran orang dahulu
kala yang masih mempercayai akan adanya roh nenek moyang dan benda-benda pusaka
yang menurutnya dapat memberikan sesuatu kepada pemiliknya. Kita ini kan orang
jaman modern, loh kok masih sempet-sempetnya percaya seperti itu? Memeang sih,
semua itu sudah menjadi kebudayaan kita dan sangat susah sekali untuk dihilangkan
akan kebiasaan itu. Namun, tak ada salahnya jika kita mencoba.
Setiap
daerah pasti memiliki kebiasaan-kebiasaan yang unik yang paling utama ialah
kebudayaannya. Kita ambil saja contoh dari kebudayaan Indramayu karena saya
sendiri adalah orang Indramayu tulen. Di Indramayu siapa sih yang tidak
mengenal singa depok dan sintren? Ya pasti semuanya tahu dan tentunya sering
melihat akan aktrasi yang biasanya disajikan pemain terhadap tuan rumah dan
para penonton.
Oh
iya, sebelumnya saya ingin sedikit menjelaskan apa sih singa depok dan sintren
itu? Jadi begini, setiap kali orang Indramayu ingin mengadakan Rassulan atau
sunatan disamping itu mereka mengadakan hajatan ya intinya sih untuk menghibur
anak tersebut yang baru saja disunat dan di berikan tontonan atraksi singa
depok dan sintren. Singa depok biasanya di gunakan untuk mengkirabkan pengantin
sunat ke setiap desa dengan diringi obrog semacam oragan tunggal keliling yang
ditempatkan di gerobak.
Kalau
sudah ada singa depok tak lengkap rasanya jika tidak ada atraksi dari singa
depok itu tersendiri dan sintren. Sintren biasanya sering dikenal masyarakat
sebagai penari. Anehnya, seorang penari itu dililitkan tali tambang dengan kuat
akan tetapi sebelumnya penari hanya memakai baju biasa saja setelah itu penari
tersebut ditidurkan di lantai lalu ditaruhkannya baju untuk menari plus kacamata
hitam tahapan selanjutnya penari tersebut di tutupkan dengan kain yang lebar
dan panjang termasuk bagian atasnya juga tertutup. Pada saat itu, akan ada
orang yang meyalakan kemenyan biasanya orang tersebut ialah orang yang paham
betul tentang hal tersebut. Dibacakannya kalimat-kalimat yang kita tidak tahu
apa yang diucapkan orang tersebut karena dia mengucapkannya dalam hatidengan
hanya mengecapkan mulutnya saja setelah itu di kibas-kibaskannya asap kemenyan
itu kea rah sintren tersebut dengan tujuan untuk membantu melepaskan tali
tambang tersebut dari dalam diri penari itu dan dengan kurang lebih 10 menit
penutup kain sintren tersebut di buka dan dengan seketika semuanya berganti
menjadi rapih serta lilitan tali tambang yang tadinya melekat di tubuh sintren
saat itu hanya tergulung dengan rapih di sebelah badannya.
Perwakilan
dari pemain singa depok bertugas untuk mengangkat penari hingga berdiri tegak
serta mengerkan sedikit demi sedikit tangannya, mengapa demikian? Hal ini
dikarenakan pada saat itu tubuh sintren sudah dimasukan arwah yang lain jadi
sebenarnyamah sintren tersebut masih berasa pusing dan kaku. Setelah digerakkan
sedikit demi sedikit tangannya maka selanjutnya dia akan berlenggak lenggok
menari salayaknya para penari sintren di samping sintren menari maka akan diiringi lagu
tarlingan khas Indramayu , dengan cara melemparkan uang terhadap si penari
(sintren) maka sintren itu akan jatuh setelah itu diberdirikan lagi dan begitu
juga secara terus-menerus.
Saat
itu saya sempat sedikit berbicara secara langsung dengan yang bersangkutan
(sintren) tepatnya pada saat sintren itu pingsan dikarenakan wkatunya sudah
habis atau bisa dibilang musiknya sudah berhenti. Secara spontan dengan
beberapa atau bisa dibiang perwakilan dari pemain singa depok menyanggahnya
hingga masuk ke salahsatu rumah penduduk, sebelumnya sudah ada perijinan
terlebih dahulu antara pihak yang bersangkutan dengan tuan rumah. Setelah
kurang lebih 5 menit sintren itu lumayan sadar dan dengan hati-hatiku
mengampiri sintren tersebut dengan adanya rasa keingintahuan, penasaran, tapi
pada saat itu pula ada perasaan takut untuk bertanya dan hingga akhirnya saya
memantapkan diri saya sendiri, percaya akan kebesaran Allah bahwa tidak akan
terjadi apa-apa jika saya menghampirinya.
”Gimana
Mba rasanya? Udah enakan?” ujarku sembari menatap mukanya.
“Iya de, cumin masih sedikit pusing nih.”
“Apa
sih yang sebenarnya mba rasakan saat didalam kurungan kain itu?” ujarku dengan
perasaan yang penuh akan rasa penasaran.
“Di
dalam kurungan itu Mba sudah merasakan kalau Mba sudah memakai celana terlebih
dahulu dengan sendirinya setelah itu Mba merasakan kalau ada semacam benang
sutra yang lembut dengan perlahan-lahan membukakan baju Mba satu persatu
terutama tali tambang itu loh dek.”
“Pada
saat itu, apa yang ingin Mba perbuat.?”
“Sebenarnya
sih, Mba pingin menggerakan salahsatu anggota badan Mba tapi engga bisa dek.
Anehnya, hanya mata Mba saja yang dapat melihat apa yang sebenarnya sedang
terjadi pada saat itu.”
“Apakah
ada syarat-syarat tertentu untuk menjadi sintren? Bagaimana dengan tingkat
kesulitannya?” ujarku.
“Tentu
banyak sekali dek, contohnya dengan berpuasa sekian lama dan lain sebagainya.
Sebenarnya, tergantung atraksi apa yang akan ditunjukan oleh pemain singa
depok, kalau semisalnya singa depok menampilkan atraksi kuda lumping dan
memakan ayam secara hidup-hidup itu akan lebih sulit lagi. Sebelum hari H maka
diadakan tumbal ayam terlebih dahulu hal ini dikarenakan agar arwah halus yang
merasuki para pemain tidak berpindah ke penonton.”
“Pernah
ada kejadian penonton kemasukan engga Mba.?”
“Ya
kalau itu mah pasti ada lah.”
“Bayaran
yang paling besar diantara singa depok dengan sintren siapa Mba?” ujarku.
“Kalau
itu Mba kurang tau dek, Mba baru masuk grup singa depok ini kan kalau beda grup
beda lagi bayarannya.”
“yasudah,
terimakasih Mba atas waktunya.”
“Iya
dek” ujar pesintren itu.
Sebenarnya,
banyak sekali yang berkaitan dengan Animisme dan Dinamisme yang sudah menjadi
budaya atau tradisi yang orang kita masih ada saja yang masih percaya tetapi
saya hanya mewakili ini saja dari yang lain dan tentunya kalian (para pembaca)
tahu sendiri kan? Bukannya saya menyalahkan hal itu, sebenarnya hal tersebut
ialah hak pribadi masing-masing dan mungkin dikarenakan Ibu&Bapak atau
Kakek&Neneknya masih melakukan seperti itu terus anak cucunya akan
mengikuti terus-menerus apa yang orang dulu lakukan.
Di
sini, saya tegaskan lagi. Sebenarnya, tidak ada salahnya kita menghormati kebudayaan warisan nenek
moyang kita tetapi jangan untuk dipuja. Zat yang paling patut disembah ialah
Tuhan kita (Allah). Buat apa sih kita sudah punya agama dan Tuhan yang
seharusnya kita hanya menyembah dan memohon segala sesuatunya hanya kepada
Allah, tuhan semesta alam.
No comments:
Post a Comment