Hanya ingin belajar suapaya lebih baik

Kunjungan Kang Ridwan Kamil Di Indramayu 30 April 2017

"Partisipasi Aktif Generasi Muda Dalam Pembangunan Daerah"
Oleh: Anne Syaefatun Hindrimayatin

Dalam kunjungan kang emil kali ini membahas mengenai pembangunan daerah yang pada saat itu dihadiri oleh seluruh mahasiswa indramayu. Acara ini digelar bertujuan untuk membakar semangat jiwa putra-putri daerah indramayu.

Sekitar 3 jam terjalin dialog interaktif antara kang emil dengan mahasiswa. Tentunya membahas sesuai dengan tema acara. Menurut beliau "Pintar saja tidak cukup, peduli saja tidak cukup. Jadilah orang pintar yang peduli". Cukup menarik untuk kita kaji maksud dari kalimat tersebut, mari kita telusuri bersama. Membuat perubahan tidak harus menjadi petinggi asalkan dimulai dari niat, usaha dan doa. Politik itu hanya sebagai kendaraan. Kalau kendaraan tentu tergantung orang yang mengendarainya kalau yang mengendarainya ajeg maka tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Menjadikan suatu kota bernyawa itu dalam artian kota yang terlihat hidup akan aura kota tersebut yang tentunya masyarakat pun merasa senang dan nyaman tidak harus penduduk asal melainkan wisatawan pun hendaknya merasakan hal yang sama. Di kota bandung saya bertanya kepada masyarakat sekitar "Apa yang membuat kalian senang?" mereka menjawab "Saya senang jika berkeluarga dan silaturahmi" karena dengan bersilaturahmi akan terjalin hubungan erat dan itu memiliki daya magnet tersendiri membuat kita bahagia.

Mahasiswa merupakan salah satu harapan yang akan menjadi pemimpin suatu saat nanti. Jadi kalau seandainya kalian lulus dengan memegang predikat gelar pendidikan usahakan 2 tahun kembali ke desa asal jangan langsung kerja dan pergi ke luar kota atau bahkan ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengubah semuanya. Dengan adanya hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan mahasiswa maka akan menyelaraskan keadaan. Sudah saatnya UMR kota dan desa itu setara jadi, kalau begitu tidak ada penumpukan penduduk disuatu daerah tertentu. Kita ambil contoh dari negara maju yang dapat menyamaratakan UMR kota dan desa hal ini terbukti dapat membuat warganya merasa senang dan nyaman. Pada tahun 2045 merupakan tahun emasnya bangsa kita yang berumur 1 abad. Kalian semua yang akan menggantikan petinggi-petinggi negeri.

Untuk mewujudkan indonesia berjaya ditahun 2045 maka harus berbagai upaya yang dilakukan. Untuk hari ini mulai lah kebiasan terkecil terlebih dahulu seperti membuat komunitas yang saling mempunyai satu tujuan, gagasan dan mimpi. Kalau kita sendiri yang berjuang tidak akan mampu untuk menyanggupi semuanya. "One village one produk" satu desa satu produk semisalnya desa "A" memproduksi kerajinan desa "B" memproduksi bahan pangan dan seterusnya. Kalau sudah ketemu teman yang saling peduli kemudian terdapat pembagian tugas kerja ada yang bagian mengajak masyarakat, pemasaran/marketing, pembukuan untuk menghitung pengeluaran dan pemasukan uang dan lain sebagainya.

Anak muda yang baru lulus jangan dibiarkan bengong (ngelamun) kalau dibiarkan bisa bahaya nanti lari ke pergaulan bebas. Hendaknya setiap desa diberi dana yang dikhususkan untuk remaja yang pada nantinya akan membuat usaha dengan kesenangan dan kemampuan yang dimiliki. Di kota bandung sudah ada gedung inovasi yang di dalamnya terdapat studio band yang dapat berkarya dalam bidang musik, terdapat studio tari yang mempunyai kreasi tari, yang suka menggambar atau mendesain tinggal datang ke gedung tersebut kemudian meminjam alatnya kemudian pilih bahannya apa dan dicetak kalau produk itu laku keras di pasar maka akan terus diproduksi sehingga nantinya akan menjadi ladang bisnis. Tidak harus memiliki modal untuk berwirausaha cukup membawa gagasan dan menorehkan gagasan tersebut dengan apik dan jika produk tersebut diterima di pasar maka produksi akan terus berlanjut.

No comments:

Post a Comment