"Siapa Aku"
Oleh: Anne Syaefatun Hindrimayatin
Tergeletak lemah di antara tetumpukkan jerami. Setelah sekian lama mengeluarkan keringat hanya demi sesuap nasi. Tak memperdulikan sengatan matahari yang tatkala menyakitkan pelapis tubuh ini. Duh gusti, bukannya aku mengeluh atas nikmat mu, bukannya aku menyerah untuk menjalankan kehidupan ini. Aku hanya lelah untuk terus begini, sesekali aku diberi kepercayaan kepada mu untuk menjadi orang kaya. Aku ingin sekali menikmati hidup seperti orang kaya.
Andai waktu dapat ku ulang, ingin rasanya aku memperbaiki nasib ku sewaktu aku masih muda dulu. Aku tak ingin bermuluk yang tinggi, aku hanya ingin masa muda ku isi dengan kegiatan positif. Dulu sewaktu aku masih muda harta orang tua ku hampir ku habiskan hanya untuk kesenangan belaka bersama teman-teman ku. Menyesal memang sudah tak berarti, kini aku hidup tinggal mengikuti alur kehidupan ku.
Aku berharap, anak-anak ku kelak tak seperti bapaknya. Akan ku penuhi semua segala kebutuhannya dan akan aku didik dengan benar sikapnya. Aku tak mau mereka menderita seperti aku. Jangan sesekali senang menghabiskan harta orang tua karena belum tentu orang tua meridhoi apa yang kita perbuat.
Disuatu masa nanti aku yang dahulu gagah perkasa mendadak berubah yang hanya menyisakan kulit dan tulang yang mudah rapuh. Emak ... Bapakkk ...Aku mohon ampun, aku menyesali segala perbuatan ku. Tolong aku ... Aku kini telah termakan oleh kelakuan ku, sakittt ... aku kesakitan di sini... aku mau masa kecil ku terulang.
No comments:
Post a Comment