Siapa yang tak mengharapkan bangsa ini menjadi lebih maju kedepan. Siapa yang tak mengharapkan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme benar-benar hilang bak ditelan bumi pada bangsa ini. Siapa yang tak mengharapkan sebuah keajaiban suatu saat nanti jikalau bangsa ini terbebas dari segala macam bentuk nonfisik penjajahan yang secara perlahan mematikan penerus bangsa. Siapa yang akan disalahkan dengan keadaan semua ini, lalu siapa yang akan memperbaikinya, pada siapa kita mengeluh dengan keserakahan yang hanya dikuasai sebagian orang berdompet tebal yang katanya kebal terhadap hukum.
Tuhan tak tidur maka jangan khawatir tak akan keliru siapa yang salah dan siapa yang benar. Kurang apa lagi kita sudah diberi kekayaan alam yang melimpah ruah yang tak kalah bergensi. Hanya saja orang kitanya yang terlalu banyak gengsi untuk melakukan hal kecil seperti gengsi menjadi petani, nelayan, pertambangan, mereka berpikir jauh daripada itu. Alam sudah memberikan dan memanjakan kita dengan potensinya, kalau hanya diberi dan memanjakan untuk kedepannya apa masih tetap yakin alam akan terus menyediakan potensinya untuk kita. Tak hanya manusia namun alam pun membutuhkan perhatian dari manusia.
Cobalah sejenak kita merenung akan kehebatan jasa para pahlawan yang mempertaruhkan harta, nyawa, keluarga, hingga bumi ini dipenuhi tumpahan darah yang tak berdosa. Bagaimana menebus yang seakan-akan mebalas atas semua jasa-jasa para pahlawan. Cukup dengan perubahan mental atau kerap kali dikenal dengan sebutan "Revolusi Mental". Kalau saja wabah tersebut sudah menyebar luas dan diperhatikan secara betul maka semua akan mudah didapat jika kunci dari segalanya sudah dimiliki.
Revolusi mental memang tak mudah seperti mengedipkan kelopak mata setiap detik. Ini lah musuh utama untuk para pendobrak revolusi. Upaya pemerintah sudah tak diragukan lagi, seribu macam cara dilakukan terutama dalam bidang pendidikan yakni diterapkannya kurikulum 13 yang mengharapkan siswa-siswi condong lebih aktif. Untuk sekolah perguruan tinggi pun hingga saat ini terdapat kerjasama dengan pemerintah salah satunya Institut Pemerintah Dalam Negeri yang dinaungi dibawah Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Institut Pemerintahan Dalam Negeri sudah berdiri sejak 1990 yang bertujuan untuk mempersiapkan kader pemerintah di tingkat daerah maupun di tingkat propinsi. Jadi, diharapkan dengan adanya kader pemerintah tersebut akan mewujudkan aparatur negara yang dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat dan tentunya mengabdi kepada bangsa yang sudah dipenuhi bekal meliputi pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan selama pendidikan. Tanggap akan segala sesuatu, yang tentunya pelayanan untuk masyarakat pun merasa terpenuhi.
Walaupun dalam naungan kementrian dalam negeri dan semuanya sudah ditanggung pemerintah apakah para praja seenaknya melenggangkan kaki lalu kemudian bermalas-malasan. Seorang praja terkenal akan kedisiplinan mulai dari membuka kelopak mata hingga menutupnya kembali sudah tersusun jadwal yang secara rapih tentunya dengan bertujuan integritas menyeluruh yang terkandung dalam revolusi mental (akademik dan non-akademik seimbang). Dengan kedisiplinannya itu tak jarang praja yang mendapat reward bagi yang berprestasi dan punishment bagi yang melanggar. IPDN menerapkan ilmu semi militer jadi wajar kalau push up salah satu makanan sehari-hari. Untuk saat ini sudah tidak ada lagi kekerasan pada IPDN, kalau ada yang ketahuan melakukan hal tersebut maka bersiap-siaplah untuk mengangkat kaki dari kampus tersebut. Bayangkan saja, ketika masa depan sudah dibentuk dan direncanakan semisal sudah 3 tahun menempuh pendidikan hanya tinggal 1 tahun lagi melakukan hal tersebut apa tidak menyesal rangkaian impian tersebut akan sirna begitu saja.
Awal lulus mereka menjadi staf dalam dunia birokrasi, prestasi dalam kerja merupakan acuan untuk seorang praja. Namun, pasca lulus mereka sudah menjadi PNS dengan golongan pangkat III/a. Segala proses harus ditempuh, tentu tak heran jika menempuh proses secara instan maka akan instan pula menikmatinya. Praja terkenal kegigihannya, keuletan, dengan penuh tekad yang memiliki tujuan yang sama yakni menjadi aparatur negara dan berpengaruh pada kemajuan negara.
No comments:
Post a Comment