"Perjuangan Para Pahlawan"
Oleh: Anne Syaefatun Hindrimayatin
Tepat pada 10 november kerap kali diperingati sebagai hari memperingati jasa pahlawan. Sebenarnya identifikasi pahlawan adalah sesorang yang berjuang dan rela berkorban jiwa, raga, harta bahkan ada yang harus rela meninggalkan keluarga demi berkibarnya bendera negeri.
Sudah kita ketahui tidak sedikit pahlawan yang merelakan seluruhnya hanya untuk kepentingan negera. Tidak memandang bulu bahkan pahlawan tak hanya laki-laki melainkan perempuan pun turut andil dalam kemerdekaan indonesia.
Ribuan juta jiwa yang direnggut nyawanya oleh penjajah dari sabang hingga merauke. Mereka mengambil nyawa yang tidak manusiawi. Sudah mengambil kekayaan indonesia, penduduknya pun dijadikan sebagai pembantu di tanah airnya sendiri.
Bayangkan, betapa perihnya para pahlawan menjalankan tugasnya di medan pertempuran dengan berlumuran darah bercampur keringat membasahi raga. Senjata musuh pada saat itu sudah tergolong senjata yang berteknologi canggih sedangkan para pejuang kita hanya bermodal niat, doa, dan sebilah bambu runcing itu sudah cukup dari senjata api.
Siapa sangka indonesia terbebas dari jeratan penjajah setelah berabad-abad lamanya. Memang kalau kita menengok ke belakang terlihat dengan jelas musuh yang nyata sehingga para pahlawan harus lah berlumuran darah tanpa dosa mereka meninggal yang tidak sedikit berakhir tragis akibat penyiksaan oleh kolonial. Lalu apa yang dapat dilakukan anak bangsa saat ini? harus kah berlumuran darah sekujur tubuh? tentu sudah tidak ada lagi musuh yang nyata dalam penjajahan pada masa ini.
Lalu bagaimana? apa kah kita sudah terbebas dari jahatnya cengkraman penjajah? tak menyangka setelah 71 tahun merdeka kita ternyata masih terjajah oleh negara lain melalui globalisasi. Secara umum memang globalisasi dapat berdampak positif dan berdampak negatif. Jika kita menanggapinya secara bijak maka akan berdampak positif seperti menyaring terlebih dahulu mana yang baik dan mana yang buruk. Kalau hanya menelan mentah-mentah maka jangan harap kita terpengaruh negatif oleh globalisasi seperti meniru kebarat-baratn yang meminum-minuman keras wajar saja jika mereka meminum-minuman keras karena cuaca di luar sana sangat lah dingin dan mereka pun mempunyai batas takaran tertentu untuk meminum yang hanya bertujuan untuk menghangatkan tubuh saja. Jika kita lihat di kebiasaan jelek orang kita mereka meminum dengan porsi yang tidak memiliki takaran terkadang kerap kali ditemukan korban jiwa karena telah meminum-minuman yang dicampur segala macam (oplosan). Kita kan di sini hanya ada 2 musim yakni musin hujan dan kemarau tidak ada musim salju (dingin) jadi untuk apa meminum-minuman keras seperti itu.
Tahu kah, apa kah kalian mengetahui kita termasuk orang yang hanya senang mengkonsumsi tidak untuk memproduksi. Seperti halnya handphone, hampir seluruh anak muda jaman sekarang dan tak kalah ketinggalan orang tua pun ikut terbawa oleh perkembangan jaman. Tak perlu saya sebutkan dalam hal ini merk handphone yang terkenal pada saat ini tentu kalian sudah tahu dan mungkin kalian pun menggunakannya. Di kita itu terdapat sekolah menengah kejuruan nah di situ terdapat siswa-siswi yang berkompeten dalam dunia kerja yang tinggal diasah dan diberikan modal maka akan memproduksi hasil karya yang tidak kalah "wah" dengan yang lain.
Apa yang dapat kita simpulkan dari semuanya? tentunya jika kita ingin menjadikan para pahlawan sebagai panutan hendaknya kita melawan penjajah bak di dalam selimut yang artinya musuh itu ada namun tak terlihat jelas fisiknya. Apa kah dapat ditemukan para pahlawan yang terdapat pada era sekarang? atau mungkin diantara para pembaca sudah melakukan hal yang kecil namun berpengaruh besar untuk kedepannya.
No comments:
Post a Comment